20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Seorang anak bermain air tepat di bawah air terjun Grojokan Watu Purbo.

6 Tingkat Air Terjun Eksotis di Grojokan Watu Purbo Jogja

Berakhir pekan bersama keluarga atau orang-orang terkasih sangat bisa terlaksana jika berkunjung atau mudik ke Yogyakarta. Sejumlah tempat dolan atau berwisata ada di Jogja. Kadang-kadang secara tanpa sengaja, saat menyusuri jalanan Jogja, kita bisa menemukan tempat-tempat eksotis. Salah satunya adalah Grojokan Watu Purbo yang memiliki enam tingkat air terjun eksotis.

Beberapa waktu lalu, saat singgah di kawasan Grojokan Watu Purbo, di Desa Bangunrejo, Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, awan-awan pembawa butiran gerimis berusaha menutupi cahaya matahari.

Di tempat yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah utara Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja itu, angin siang sesekali meniup awan agar berarak menjauh, dan membukakan celah untuk matahari agar menghujamkan sinarnya ke tanah.

Dari kejauhan, air Sungai Krasak yang mengalir di enam tingkat air terjun itu tampak mengilap memantulkan cahaya matahari.

Air-air yang meluncur dari atas tempak seperti puluhan selendang berwarna putih, menjuntai, meliuk-liuk dari tingkatan pertama hingga keenam. Liukannya gemulai, meski mungkin tak segemulai gerakanmu saat menari.

Hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 35 menit bersepeda motor dengan kecepatan sedang untuk tiba di lokasi Grojokan Watu Purbo, yang akan terbayar tunai dengan kecantikan alam di sana.

Grojokan Watu Purbo berdiri pada tahun 1975 untuk menahan aliran erupsi Gunung Merapi. Bukan hanya menikmati keindahan air terjun dan suasananya yang sejuk, jika cuaca cerah, puncak Gunung Merapi yang berdiri kokoh di sebelah utara terlihat dari area air terjun.

Seorang pengunjung air terjun Grojokan Watu Purbo di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, berswafoto dengan latar belakang air terjun.

Aliran air yang begitu jernih membuat anak-anak bebas bermain di sungai. Terlebih sebagian besar sungai di tempat itu tidak dalam, hanya sebatas pinggang hingga dada anak usia 11 tahun.

Anak-anak yang lebih berani terlihat bermain air tepat di bawah air terjun, membiarkan air yang mengalir membasahi kepala dan tubuhnya. Sesekali melompat senang dan berpose layaknya super hero idolanya.

Instagramable

Sambil mengawasi adik atau keponakan bermain air, atau sambil menggenggam erat jemari orang terkasih yang menemani dolan ke Grojokan Watu Purbo, sudah pasti kamu nggak bakal melewatkan kesempatan mengabadikan keindahan itu dengan kamera.

Sejumlah spot di Grojokan Watu Purbo sangat instagramable, misalnya mengambil gambar enam susun air terjun dari kejauhan, atau memotret puncak Gunung Merapi, atau juga berswafoto dengan latar belakang air terjun yang pengelolaannya dilakukan oleh warga setempat ini.

Meskipun lokasinya bisa dikatakan tidak terlalu jauh dari kaki Gunung Merapi, Grojokan Watu Purbo tetap buka untuk umum pascaerupsi Gunung Merapi beberapa waktu lalu. Sebab jarak dari puncak Gunung Merapi ke Grojokan Watu Purbo masih dalam jarak aman, yakni sekitar 17 kilometer.

Pengelola juga menyiapkan langkah mitigasi bencana, dengan menyediakan jalur evakuasi dan titik kumpul di sana. Mereka pun memantau perkembangan Gunung Merapi.

Sejumlah pengunjung bermain air di aliran Sungai Krasak yang mengalir di 6 susun air terjun Grojokan Watu Purbo.

Selama masa pandemi, pengelola menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada pengunjung yang datang. Wisatawan wajib mengenakan masker dan harus bersedia diukur suhu tubuhnya saat tiba di situ. Jika suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius, mereka tidak boleh memasuki area air terjun.

Oh iya, hampir lupa, kamu nggak perlu merogoh kantung terlalu dalam untuk mblusuk dan menikmati keindahan alam ini. Kamu cukup membayar biaya parkir kendaraan, setelah itu kamu bisa dolan-dolan di sana sampai waktu tutup tiba pada pukul 18.00.

Sayangnya, jalan masuk menuju lokasi air terjun masih cukup sempit meski sudah cukup halus dan rata.

 840 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!