17 Mei 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Pintu utama di gedung utama Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Pintu utama di gedung utama Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Melihat Dekat Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman

JALANANJOGJA.COM – Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman atau Panglima Besar Sudirman menyimpan benda bersejarah milik Jenderal Soedirman, termasuk tandu untuk memimpin perang gerilya.

Masih seperti beberapa tulisan terakhir saat menyusuri jalanan Jogja, kali ini kita kembali dolan ke museum yang letaknya tidak terlalu jauh dari titik nol kilometer Jogja, tepatnya ke Museum Sasmitaloka.

Museum Sasmitaloka juga terkenal sebagai Museum Jenderal Sudirman. Letaknya hanya sekitar dua kilometer ke arah timur dari titik nol Jogja, tepatnya di Jl Bintaran Wetan.

Replika tandu dan patung Jenderal Soedirman di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Untuk menuju museum ini, kamu bisa menggunakan kendaraan umum seperti bus TransJogja atau ojek online alias daring.

Di museum ini kamu bisa melihat sejumlah benda bersejarah milik Jenderal Soedirman maupun benda bersejarah yang pernah digunakannya dalam bergerilya melawan penjajah.

Baca juga: Dekat Titik Nol Jogja, Museum Sonobudoyo Simpan Sejarah dan Kenangan

Setidaknya ada 11 ruangan di museum yang dulunya merupakan kediaman dinas Jenderal Soedirman beserta keluarga.

Oh iya, untuk masuk dan melihat koleksi museum yang pengelolaannya oleh TNI AD ini, kamu tidak perlu membayar alias gratis.

Koleksi set meja kursi lawas Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Bukan cuma gratis, di sini kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang perjuangan Jenderal Soedirman.

Mengutip dari laman kebudayaan.jogjakota.go.id, Sasmitaloka memiliki arti tempat untuk mengingat dan mengenang, sesuai dengan tujuan museum ini, yakni mengenang jasa dan pengabdian Jendral Soedirman.

Koleksi Bersejarah Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman

Bangunan Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman berdiri sejak masa pemerintah Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1890.

Gedung ini pernah menjadi kediaman dinas resmi Jendral Sudirman dan Keluarga sejak 18 Desember 1945 sampai 19 Desember 1948.

Senjata Juki buatan Jepang yang merupakan hasil rampasan perang juga menjad koleksi di Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Saat memasuki gedung utama yang terletak di bagian tengah, kamu akan melihat replika tandu yang Jenderal Soedirman gunakan saat memimpin perang gerilya. Suasana di situ sangat tenang dan hening.

Di replika tandu itu juga terdapat patung Jenderal Soedirman. Sementara di sisi kiri ruangan terdapat satu set meja dan kursi kayu yang dulunya juga dipergunakan oleh Jenderal Soedirman.

Di situ juga terdapat dua senjata yang salah satunya merupakan rampasan buatan Jepang, yakni senjata Juki.

Di dalam bangunan utama itu juga terdapat empat ruangan lain. Termasuk kamar tidur tamu dan kamar tidur pribadi Jenderal Soedirman, lengkap dengan tempat tidur dan kelambu serta meja dan kursi.

Saat ada di kamar tidur itu, kamu bisa melihat koleksi bersejarah lain, berupa mesin jahit lawas milik istri Jenderal Soedirman.

Tandu yang digunakan oleh Jenderal Soedirman saat berperang gerilya. Foto: Jalanan Jogja

Di gedung sisi kiri dan kanan terdapat sejumlah koleksi bersejarah lainnya, termasuk kereta dorong yang menemani Sang Panglima Besar bergerilya.

Kereta itu sebenarnya merupakan kereta kuda, tetapi demi menjaga keamanan agar tidak terdeteksi oleh penjajah kala itu, kereta itu kemudian menggunakan tenaga manusia sebagai pendorong.

Di Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman juga terdapat panel-panel diorama yang menceritakan perjalan Jendral Sudirman saat melakukan perang gerilya.

Mungkin Terlewat: Museum Kereta Kuda di Jogja? Koleksinya Berusia Ratusan Tahun

Diorama saat Jenderal Soedirman menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Rapih pun ada di museum itu.

Jika di gedung utama kamu melihat replika tandu, di gedung sisi kanan, kamu bisa melihat langsung tandu aslinya, yang tersimpan rapi dalam kotak kaca.

Tempat tidur dan bantal yang digunakan Jenderal Soedirman menjadi salah satu koleksi Museum Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman. Foto: Jalanan Jogja

Nah, kalau kamu penyuka sejarah dan ingin menambah pengetahuan, sepertinya Museum Sasmitaloka harus kamu masukkan dalam daftar rencana kunjungan saat kamu dolan ke Jogja.

 257 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!