21 Mei 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Kereta Kiai Garuda Yeksa koleksi Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Kereta Kiai Garuda Yeksa koleksi Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Museum Kereta Kuda di Jogja? Koleksinya Berusia Ratusan Tahun

JALANAN JOGJA – Museum kereta kuda di Jogja? Tentu ada. Sebagai kota bersejarah, Jogja memiliki banyak museum, mulai dari museum perjuangan hingga museum berisi kereta kuda milik keraton.

Kalo kamu suka melihat benda-benda unik plus antik, seperti kereta kuda berusia ratusan tahun, ada baiknya mendatangi Museum Kereta Keraton saat berkunjung ke Jogja.

Masih seperti kemarin, kali ini kita menyusuri jalanan Jogja di tengah Kota Yogyakarta, masih di seputaran alun-alun, Malioboro, keraton, dan titik nol kilometer Jogja.

Untuk sebagian orang, museum mungkin bukan tempat favorit. Padahal, banyak benda-benda koleksi museum yang unik dan bersejarah, seperti kamu, unik dan mengukir sejarah meskipun menyakitkan.

Museum Kereta Keraton Yogyakarta terletak di tengah kota, hanya beberapa ratus meter di sebelah barat Keraton Yogyakarta. Kamu bisa membuka tautan peta ini.

Salah satu koleksi Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Jadi kalo kamu dolan ke Jogja, apalagi kalau berada di Malioboro dan sekitarnya, kamu bisa langsung menuju ke Museum Kereta Keraton ini.

Kereta yang ada bukan sembarang kereta. Selain berusia ratusan tahun dan sebagian merupakan buatan Belanda, kereta-kereta itu merupakan pusaka keraton yang masyarakat umum boleh melihatnya secara terbuka.

Museum Kereta Keraton Yogyakarta buka mulai jam delapan pagi hingga pukul empat sore. Untuk melihat koleksi kereta-kereta di sana, kamu cukup membayar sebesar Rp5 ribu per orang.

Saat ini jumlah kereta yang menjadi koleksi atau milik Keraton Yogyakarta sebanyak 23 kereta, dan hanya digunakan saat upacara penting.

Kereta Berusia Ratusan Tahun

Dari puluhan kereta tersebut, kereta bergelar Kanjeng Nyai Jimad merupakan yang tertua. Dikutip dari laman resmi Keraton Yogyakarta, Kanjeng Nyai Jimad  merupakan kereta buatan Belanda antara tahun 1740-1750.

Kereta bergaya Renaissance itu hadiah dari Gubernur Jenderal VOC Jacob Mussel (1750-1761) untuk Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah perjanjian Giyanti pada tahun 1755.

Di Eropa, kereta bergaya Renaissance semacam itu biasanya hanya bangsawan kelas tertinggi atau para raja. yang menggunakannya.

Kanjeng Nyai Jimat “pensiun” sebagai kereta kencana Sultan setelah periode Sri Sultan Hamengku Buwono III (1812-1814).

Kereta Nyai Jimad koleksi Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Meski demikian, hingga kini setiap tahun pada hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pada bulan Sura, akan dilakukan jamasan atau pembersihan Kereta Kanjeng Nyai Jimat.

Museum Kereta Keraton Yogyakarta juga memiliki koleksi kereta yang sangat unik dan terkesan mewah, yaitu Kereta Kiai Garuda Yeksa.

Hiasan dan ornamen pada kereta pusaka Kiai Garuda Yeksa terlihat sangat mewah, dengan dominasi warna kuning emas.

Pada atap kereta buatan tahun 1861 di Amsterdam, Belanda, tersebut terdapat ornamen ukiran menyerupai mahkota dengan beberapa ornamen binatang.

 846 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!