Pasar Kebon Empring Jogja, Makan di Tengah Sungai

Bagikan

Matahari yang bersinar terik siang itu, tak mampu menembus rimbunnya dedaunan bambu di kawasan wisata kuliner Pasar Kebon Empring Jogja. Suasana di tempat itu sangat teduh dengan air Sungai Gawe yang mengalir perlahan.

Kali ini kita kembali dolan menyusuri jalanan Jogja ke arah timur, tepatnya di Bintaran wetan, Desa Srimulyo, Kecamatan  Piyungan, Kabupaten Bantul. Jaraknya sekitar 16 kilometer dari pusat kota Jogja.

Tempat wisata kuliner yang pertama kali muncul pada Mei 2018 ini mengusung konsep alami, dan sempat viral beberapa waktu lalu. Lokasinya yang berada tepat di tepi sungai bisa membuatmu betah duduk berlama-lama.

Jembatan gantung yang melintas di atas Sungai Gawe, di area wisata kuliner Pasar Kêbon Empring.

Pengelola Pasar Kebon Empring tidak mematok harga tanda masuk. Kamu cukup membayar seikhlasnya ke dalam kotak yang tersedia tepat di depan pintu masuk area wisata. Sama seperti tarif masuk, kamu juga cukup membayar seikhlasnya untuk jasa parkir kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.

Di sini kamu bisa menikmati puluhan jenis kuliner tradisional sambil duduk santai di tengah sungai. Sambil memasukkan suap demi suap jajanan, kamu juga bisa mendengarkan suara musik yang terbawa angin. Atau sekadar melihat jembatan gantung yang bergoyang di sebelah Utara.

Pengelolaan lokasi wisata ini sepenuhnya dilakukan oleh warga setempat, termasuk para pemilik warung kuliner yang berjejer. Jumlahnya mencapai lebih dari 30 warung. Mulai dari mie ayam, masakan Padang, hingga sate kere atau sate lemak.

Selain lapak kuliner, ada juga sejumlah lapak lain yang menyediakan oleh-oleh, seperti pakaian, kerajinan tangan, hingga mainan anak tradisional yang berbahan bambu. Harga kuliner dan permainan tradisional di Pasar Kebon Empring pun sangat terjangkau.

Dua pengunjung Pasar Kêbon Empring menikmati suasana alami.

Bukan hanya menikmati kuliner tradisional dan bersantai, di Pasar Kebon Empring juga terdapat sejumlah spot yang cukup menarik untuk latar belakang foto. Mulai dari jembatan gantung hingga tempat makan di tengah sungai.

Kamu juga tidak perlu khawatir bakal ketinggalan waktu salat. Sebab, pengelola telah menyiapkan musala kecil berdinding bambu. Belasan wastafel untuk mencuci tangan juga tersedia di situ, sehingga kamu bisa menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Pasar Kebon Empring Mulai dengan Rp130 Ribu

Meski telah ada sejak tahun 2018, pengelola Pasar Kebon Empring sempat menutup lokasi wisata kuliner itu selama empat bulan. Tepatnya sejak Februari 2020 hingga Juli 2020. Setelah itu mereka kembali membuka Pasar Kebon Empring untuk umum hingga sekarang.

Jika melihat kondisi Pasar Kebon Empring saat ini, baik dari fasilitas maupun bangunan-bangunan yang ada, mungkin orang tidak akan percaya bahwa dana awal untuk membangun tempat itu menjadi lokasi wisata hanya Rp130 ribu.

Anak-anak bermain air Sungai Gawe di area wisata kuliner Pasar Kebon Empring Jogja.

Uang sebesar Rp130 ribu itu untuk membeli paku dan kawat, kemudian untuk membuat sarana dan prasarana awal, yang hampir seluruhnya menggunakan bahan baku bambu.

Perlahan-lahan sarana dan prasarana itu meningkat, setelah pengelola mendapatkan pemasukan dari pembayaran parkir dan sumbangan pengunjung yang datang.

Kini Pasar Kebon Empring semakin banyak dikunjungi, terlebih pada akhir pekan. Pengunjung pun semakin terhibur dengan adanya pertunjukan musik atau live music yang digelar setiap hari.

Seorang pengunjung memotret dari atas jembatan bambu di Pasar Kebon Empring Jogja.

Jumlah pengunjung pada hari kerja mencapai 200 hingga 300 orang, sedangkan pada hari Sabtu berkisar antara 700 hingga 1.200, dan hari Minggu atau hari libur lainnya berkisar 2.500 hingga 3.000 orang.

Pasar Kebon Empring buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB pada hari kerja, sedangkan pada hari Sabtu, Minggu atau hari libur lainnya buka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Daya tarik utama Pasar Kebon Empring yang memiliki program andalan Dhahar Kekeceh adalah suasana alami dan ndeso. Dhahar Kekeceh sendiri memiliki arti makan sambil bermain air.

Jika kamu mempunyai rencana jalan-jalan ke Jogja, rugi banget kalau kamu nggak sempat berkunjung ke Pasar Kebon Empring. Serugi yang ku rasakan saat tak sempat memilikimu seutuhnya.

https://www.youtube.com/watch?v=WI6KRdOIiOg

 536 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!