20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Pemilik Warung Sate Kambing Pak Udin sedang memasak tongseng pesanan pembeli.

Bumbu Rahasia Tongseng Kambing Nikmat

Bumbu rahasia tongseng kambing khas Jogja, menjadi salah satu penyebab nikmatnya kuliner yang dijual oleh anak Pak Udin.

JALANANJOGJA.COM – Bumbu rahasia tongseng kambing khas Jogja, menjadi salah satu penyebab nikmatnya kuliner yang dijual oleh anak Pak Udin.

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Jogja tanpa menikmati kuliner khas kota ini, yang jenisnya cukup beragam.

Mulai dari yang mengenyangkan hingga yang sekadar cemilan untuk mengisi waktu. Salah satu yang enak dan mengenyangkan adalah tongseng kambing.

Sebagian orang di luar Jogja hanya mengenal gudeg sebagai sajian khas kota budaya ini. Padahal ada juga tongseng, kuliner yang tak kalah nikmat dan cukup populer.

Warung tongseng cukup banyak tersebar di seluruh sudut Kota Jogja maupun di kabupaten sekitarnya. Biasanya selain tongseng, mereka juga menjual sate dan gule, dan biasanya lagi, mereka secara spesifik hanya menjual sate, gule, dan tongseng kambing.

Salah satu warung tongseng yang rekomended adalah Warung Pak Udin yang terletak di dalam Pasar Pingit. Lokasinya terletak hanya beberapa ratus meter dari toko tembakau legendaris. Pengelola warung itu adalah anak perempuannya.

Awalnya, sejak buka pada tahun 1985, warung itu dikelola sendiri oleh sang ayah. Tapi sejak tahun 2016 sang anak perempuan yang melanjutkan usaha itu, sebab sang ayah membuka usaha kuliner yang sama di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Seporsi tongseng kambing khas Jogja

Dari beberapa jenis kuliner berbahan kambing yang ada, penggemar kuliner tongseng lebih banyak daripada jenis kuliner lain. Bahkan, penggemar tongseng buatannya tidak hanya dari Yogkarta dan sekitarnya. Beberapa pelanggannya berasal dari luar kota, bahkan dari luar Pulau Jawa.

Pelanggan dari Luar Kota

Tak jarang para pelanggan dari luar Jogja itu sekaligus bernostalgia di warungnya. Sebagian dari mereka dulunya sekolah atau kuliah di Jogja. Ada juga yang dulunya pernah bekerja di Jogja dan rindu menikmati kuliner khas di sini.

Meski demikian, ada juga pembeli dari luar Jogja yang awalnya sekadar ingin menikmati tongseng. Kadang-kadang mereka datang atas rekomendasi tukang becak yang mengantar mereka berkeliling. Setelah sekali mencicipi tongseng buatannya, tak jarang saat kembali ke Jogja, mereka langsung menuju ke warungnya.

Hari itu, saat menyusuri jalanan Jogja dan mampir ke warung Pak Udin, cuaca cukup cerah. Potongan-potongan bagian tubuh kambing tertata rapi di atas semacam nampan dari anyaman bambu.

Asap yang muncul dari pembakaran arang kayu di anglo (tungku tanah liat) mengepul tipis. Bara di dalam anglo tampak membara merah di sela abu kelabu. Sejumlah bahan dan bumbu masak sudah siap di atas potongan bambu pikul.

Bilah pisau yang ada dalam genggamannya lincah mengiris tomat dan cabe, sambil menunggu kuah tongseng mendidih. Sesaat setelah kuah itu mendidih, dia memasukkan bahan-bahan dan bumbu.

Beberapa menit kemudian, dia menuangkan kecap manis ke dalam kuah. Suara wajan yang ditutup terdengar di antara gemeretak arang yang terbakar.

Potongan-potongan bagian tubuh kambing yang akan diolah menjadi tongseng.

Bumbu-bumbu dalam pembuatan tongseng terdiri dari beragam rempah.Tapi, hanya sang ibu yang mengetahui secara pasti bumbu-bumbu dan bahan tongseng. Dia tinggal memasukkan bahan tambahan seperti merica, kemiri, dan bahan lain ke dalam kuah yang sudah jadi.

Bahan utama kuah tongseng adalah kuah gule. Selama ini sang ibu selalu meracik bumbu dan membuat kuah dalam jumlah banyak.

Harga Terjangkau

Per porsi tongseng tanpa nasi harganya Rp22 ribu, sedangkan tongseng dengan nasi seharga Rp29 ribu. Harga yang sama berlaku untuk sate. Sementara harga seporsi gule sedikit lebih mahal, yakni Rp15 ribu. Seporsi gule dengan nasi dan es teh dipatok dengan harga Rp20 ribu.

Pandemi Covid-19 cukup memengaruhi omzet penjualan kulinernya, terlebih saat awal pandemi. Penghasilannya menurun cukup drastis, bahkan hingga sepertiga dari biasanya. Tapi dia tetap membuka warungnya.

 823 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!