20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Proses penjemuran emping melinjo di sentra perajin emping, Dusun Tegalkenongo, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Emping Nikmat dari Jogja Tanpa Khawatir Asam Urat

Emping nikmat tanpa khawatir asam urat kambuh, mungkin jadi impian sebagian orang.

JALANANJOGJA.COM – Emping nikmat tanpa khawatir asam urat kambuh, mungkin jadi impian sebagian orang.

Ngemil makanan ringan mungkin bisa menjadi pilihan setelah menyusuri jalanan Jogja. Cukup banyak cemilan nikmat yang bisa kita dapatkan di Jogja dan sekitarnya. Mulai dari yang asin, manis, atau gurih. Salah satunya adalah emping melinjo.

Emping melinjo sangat mudah kita peroleh di Jogja, baik di toko oleh-oleh maupun di pasar-pasar tradisional yang ada di sudut-sudut kota. Selama ini emping menjadi cemilan istimewa untuk merayakan hari istimewa, misalnya lebaran.

Rasa emping yang gurih menyebabkan kita sering lupa untuk berhenti mengunyah saking nikmatnya. Hampir sama dengan perasaanku padamu, yang sering membuatku lupa cara berhenti memikirkan senyummu.

Meskipun emping melinjo memiliki rasa yang nikmat, sebagian orang memiliki pantangan mengonsumsinya. Sebab mereka khawatir kandungan purin yang ada akan menyebabkan asam urat mereka kambuh. Lagi-lagi hampir sama denganmu, yang menyebabkan kegilaanku kambuh.

Ah, sudahlah. Aku tidak mau mencampuradukkan perasaanku padamu dengan rasa emping melinjo. Itu hanya membuatku terus mengingatmu. Kita kembali saja ke emping melinjo, bukan kembali padamu.

Saat menyusuri jalanan jogja pada awal Maret 2021 lalu, aku singgah di sentra perajin melinjo, di Tegalkenongo, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Salah satu perajin emping melinjo di sana adalah Sukati. Dia menjadi perajin eping melinjo sejak tahun 1983. Ide memroduksi emping melinjo muncul saat dia melihat pohon melinjo milik tetangganya yang berbuah lebat.

Dia pun mulai memroduksi emping, sekaligus mengajarkan cara pembuatan pada beberapa tetangganya. Saat itu dia memroduksi emping dan dijual dalam kondisi sudah matang atau dalam bentuk emping goreng kemasan plastik.

Usahanya tersebut sempat berhenti selama kurang lebih dua tahun akibat kekurangan modal usaha. Namun dia berusaha bangkit dan melanjutkan usahanya hingga saat ini. Bahkan usahanya berkembang. Dia membuat inovasi dengan menciptakan emping beraneka rasa, mulai dari asin, gurih, pedas, dll.

Kini bahan baku melinjo bukan lagi dari pohon milik tetagganya. Dia membelinya dari pedagang melinjo di beberapa kabupaten sekitar Jogja.

Proses Produksi Emping

Cara membuat emping melinjo sebenarnya tidak terlalu rumit. Hanya membutuhkan bahan dan peralatan sederhana, seperti kompor, wajan, kayu pengalas palu, dan tampah atau nampan dari anyaman bambu untuk menjemur.

Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Pertama, goreng sangrai biji melinjo yang sudah terpisah dari kulitnya dalam wajan berisi pasir hingga setengah matang. Setelah proses sangrai, keluarkan isi biji melinjo dari kulit cangkang.

Selanjutnya, proses pemipihan biji melinjo dengan cara meletakkan biji melinjo di atas telenan atau alas dari kayu, dan menumbuknya menggunakan palu hingga pipih atau gepeng.

Setelah biji melinjo memipih, proses selanjutnya adalah penjemuran hingga kering. Prosesnya memakan waktu tidak terlalu lama. Jika cuaca sedang cerah dan matahari bersiar terik, proses ini hanya membutuhkan waktu setengah hari. Tapi, jika musim hujan atau cuacaa mendung, penjemuran bisa memakan waktu hingga dua hari.

Setelah proses penjemuran selesai, emping tersebut kemudian masuk proses pembumbuan. Biasanya dengan mencampurkan garam dan bumbu lain. Selanjutnya, emping masuk tahap pengemasan dan siap masuk tahap pemasaran.

Emping Nikmat Anti Asam Urat

Proses atau perlakuan yang berbeda pada emping rendah purin yang sudah enam tahun dia buat. Emping rendah purin diyakini tidak menyebabkan asam urat kambuh.

Sukati mulai memroduksi emping rendah purin pada sekitar tahun 2014. Awalnya ada seorang warga yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta mengusulkan ide itu.

Untuk membuat emping rendah purin, ada bahan tambahan dalam proses pembuatan, yakni menambahkan daun kepel dan daun suji. Caranya, daun kepel atau daun suji dihaluskan hingga berbentuk pasta.

Pasta daun suji atau daun kepel itu dioleskan pada emping pipih sebelum memasuki proses penjemuran. Tahap ini menjadi tahap yang membutuhkan proses paling lama, sebab pengolesan harus satu demi satu keping.

Emping-emping buatannya sudah merambah beberapa kota di sejumlah provinsi di Indonesia. Bahkan ada pelanggan yang berasal dari Mekah, Arab Saudi.

Emping-emping itu dijual dengan harga Rp80 ribu per kilogram untuk emping original, dan Rp130 ribu untuk meping rendah purin. Harga emping dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti harga bahan baku dan permintaan pasar. Biasaya saat bulan Ramadan dan menjelang lebaran, harganya akan meningkat.

 789 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!