20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Fakta Menarik Warung Angkringan.

Sejumlah menu yang ada di warung angkringan.

Fakta Menarik Warung Angkringan di Jogja, Menu hingga Lokasi

JALANANJOGJA.COM – Fakta menarik warung angkringan di Jogja mungkin nggak terlalu penting, tapi tetap aja menarik untuk jadi bahan bacaan, terutama buat kamu yang baru pertama kali ke kota ini.

Mungkin kalimat ‘Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan’ ada benarnya juga. Sebab, warung angkringan tersebar hampir di setiap sudut jalan maupun gang di kota ini

Bahkan, beberapa orang yang pernah tinggal di Jogja mengakui, mengingat suasana warung angkringan bisa memicu rindu, memanen kenangan, lalu menyeret raganya kembali ke sini.

Padahal, menu kuliner di warung angkringan tak jauh-jauh dari nasi kucing, tempe dan tahu goreng, sate usus ayam, sate telur puyuh, dan wedang jahe atau es teh.

Beberapa warung angkringan saat ini memang sudah menyediakan menu lain sebagai pelengkap, tapi menu wajib yang turun temurun sejak puluhan tahun, tetap ada. Seperti kamu, yang tetap ada di sudut terdalam hati ini.

Oh iya, sebetulnya bukan hanya menu di warung angkringan, cukup banyak persamaan antara kamu dan angkringan. Tapi, kali ini aku belum mau menyebutnya. Cukup fakta tentang warung angkringan saja yang kau baca. Bukan perasaanku padamu.

Baca juga: Warung Angkringan Bersuasana Romantis, Griyo Kulo Cocok untuk Kamu

Nah, berikut fakta menarik warung angkringan di Jogja:

– Letaknya di Pinggir Jalan atau Gang

Hampir seluruh pemilik warung angkringan di Jogja memilih lokasi di pinggir jalan atau di gang, meskipun ada juga warung angkringan yang menggunakan halaman rumah sebagai tempat berjualan.

Mungkin pemilihan lokasi di pinggir jalan atau gang mempertimbangkan kemudahan akses para pembeli.

– Menggunakan Tenda Terpal

Fakta kedua warung angkringan adalah menggunakan tenda terpal sebagai penutup warung. Biasanya, warung angkringan hanya berupa gerobak yang sekaligus berfungsi sebagai meja makan.

Nah, sebagai pelindung dari hujan atau terik matahari (untuk warung angkringan yang buka siang hari), biasanya pemilik warung menutupi gerobaknya dengan tenda.

– Menu Makanan dan Minuman Hampir Sama

Seperti penjelasan di atas tadi, sebagian besar warung angkringan menyediakan menu makanan dan minuman yang hampir sama, dengan harga yang juga nyaris seragam.

Menu utama biasanya berupa nasi kucing dengan lauk yang beragam, mulai dari sambal teri, oseng tempe, hingga potongan ikan bandeng. Seperti namanya, porsi nasi kucing hanya sekitar tiga hingga empat sendok makan.

Cara membedakan nasi kucing dengan lauk sambal teri dan oseng tempe cukup mudah. Cukup lihat daun pisang di atas kemasan.

Biasanya, nasi kucing dengan sambal teri posisi daun pisangnya terbalik (bagian bawah daun berada di atas). Sedangkan untuk nasi kucing dengan oseng tempe, daun pisangnya tidak terbalik.

Saat ini sebagian warung angkringan menggunakan kertas sebagai pembungkus nasi kucing. Mereka juga menulis lauknya pada kertas tersebut untuk memudahkan pembeli.

– Punya Suplayer Makanan

Sebagian besar menu kuliner yang ada di warung angkringan bukan dimasak oleh pemilik warung. Mereka memiliki Suplayer atau penyuplai makanan, termasuk nasi kucing dan gorengan.

Meski makanan yang mereka jual biasanya berasal dari orang lain, untuk menu minumannya, para pemilik warung angkringan menyiapkan sendiri. Seperti teh, kopi, wedang jahe, dan minuman kemasan lainnya.

– Tempat Nongkrong Berbagai Kalangan

Fakta lain tentang warung angkringan adalah menjadi tempat nongkrong berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tukang becak, ojek online, bahkan tak jarang pegawai instansi pemerintah.

Jangan heran saat nongkrong atau jajan di warung angkringan, kamu dengar obrolan yang yang beragam. Mulai dari WC mampet, pandemi, hingga bakal calon presiden untuk pemilu mendatang.

 21,399 kali dilihat,  27 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!