20 Mei 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Pasiraman Kali Opak.

Seorang pemancing duduk di tepi Sungai Opak, di Pasiraman Opak Tanjung Tirto, Berbah, Sleman, Jumat, 9 April 2021.

Kali Opak, Induk 10 Sungai di Jogja dan Sejarahnya

JALANANJOGJA.COM – Kali Opak atau Sungai Opak membentang sepanjang kurang lebih 65 kilometer dari hulu di kawasan Gunung Merapi, hingga pantai laut selatan di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Sungai ini merupakan induk dari sejumlah sungai lain yang ada di Jogja, termasuk Sungai Code, Sungai Winongo, dan Sungai Gajah Wong.

Ada sejumlah tempat dolan atau wisata dan tempat jajan kuliner di beberapa titik tepian Sungai Opak.

Wajar saja, karena aliran sungai ini membentang melewati sejumlah kecamatan, mulai dari Kecamatan Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Prambanan, dan Berbah di Kabupaten Sleman.

Bukan hanya melintas di kabupaten Sleman, Sungai Opak juga melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Bantul.

Beberapa kecamatan tersebut adalah Kecamatan Piyungan, Pleret, Jetis, Imogiri, Pundong dan berakhir di Kretek.

Beberapa tempat dolan dan jajan yang ada di sekitar sungai ini di antaranya Pesiraman Kali Opak,  Taman Wisata Batu Kapal, dan lain-lain.

Meskipun sungai ini cukup panjang, tetapi tak sepanjang harapanku padamu sebelum engkau bersamanya.

Kamu bukan hanya bisa menemukan sejumlah tempat dolan eksotis dan jajan bersuasana alami, tapi juga bisa memancing di sejumlah titik.

Mengutip Wikipedia, di daerah saluran irigasi Sungai Opak yang melintasi sepanjang jalan menuju Pantai Parangtritis, terdapat bermacam ikan.

Ikan-ikan itu antara lain ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus), ikan-ikan kecil sejenis tawes Kepek (wader kepek), Lele Jawa (Clarias batracus), ikan gabus, ikan Nilem (Osteochillus hasselti), dan ikan Beles.

Nah, untuk kamu yang hobi memancing, tidak ada salahnya menjajal uncal (melemparkan) mata kail ke sungai ini.

10 Anak Kali Opak

Sungai Opak memiliki beberapa anak sungai yang cukup besar, di antaranya:

Gendol

Tepus

Kuning

Code

Gajah Wong

Belik

Tambakbayan

Nongko

Oyo

Winongo

Sejarah Sungai Opak

Mengutip Baca Jogja, sungai ini pun memiliki sejarah, termasuk beberapa fungsi pada era Kerajaan Mataram Islam.

Aliran Sungai Opak dan anak sungainya menjadi benteng alam sekaligus batas wilayah. Misalnya, pada era Kerajaan Pajang dan Mataram.

Namun berbeda pada periode Kotagede sebagai pusat Kerajaan Mataram, sungai ini menjadi benteng baluwarti alami sisi timur dengan Sungai Gajah Wong di barat.

Saat pusat kerajaan berpindah ke Plered, air Sungai Opak maupun Winongo menjadi sumber air di zaman Sultan Agung maupun pengairan Keraton Amangkurat 1.

Setelah Kasultanan Yogyakarta berdiri, Sungai Code di sisi timur dan Sungai Winongo di sisi barat menjadi batas awal Kuthanagara.

 273 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!