20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Sebagian jalanan Jogja memiliki singkatan

Singkatan Sejumlah Jalanan Jogja yang Lebih Terkenal dari Nama Aslinya

JALANAN JOGJA – Singkatan sejumlah jalanan Jogja lebih terkenal daripada nama aslinya. Bahkan bukan hanya jalanan saja, tetapi juga sejumlah tempat di daerah ini lebih terkenal dengan nama singkatnya.

Mungkin di beberapa daerah lain pun ada singkatan nama jalan atau tempat. Tapi, singkatan nama jalan dan tempat di Jogja sangat populer untuk warga asli.

Bahkan beberapa singkatan nama jalan itu sudah ada sejak belasan bahkan puluhan tahun lalu.

Singkatan-singkatan itu menambah khasnya Jogja. Tentu saja selain sudut kotanya yang khas mampu menciptakan rindu bagi orang-orang yang pernah menyapanya.

Kota yang katanya terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan ini memang selalu memiliki dan menciptakan keunikan plus kenangan, terutama tentangmu.

Iya, tentang kamu, tentang cerita yang pernah ada, tentang jalanan Jogja, tentang kabut-kabut tipis di kaki Gunung Merapi, dan tentang ombak ganas di pantai selatan.

Berikut beberapa singkatan nama jalan dan tempat yang populer di Jogja, beserta penjelasan singkatnya.

Singkatan Sejumlah Jalanan Jogja

1. Jakal

Jakal adalah singkatan untuk Jalan Kaliurang, yang membentang dari sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) ke utara, hingga kawasan Kaliurang di kaki Gunung Merapi.

Entah siapa yang pertama kali menyebut Jalan Kaliurang menjadi Jakal. Tapi, akronim Jakal ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Di sepanjang Jakal, kamu bisa menemui beragam penjual kuliner, mulai dari yang tradisional hingga kuliner modern berbentuk restoran.

Di kawasan Jakal ini juga terdapat sejumlah tempat dolan atau berwisaata. Biasanya lokasinya terletak di sebelah utara, mendekati kawasan Kaliurang.

Beberapa tempat dolan yang mungkin menarik antara lain Ledok Sambi, Mini Zoo, dan kawasan wisata Kaliurang.

2. Alkid

Alkid merupakan akronim atau singkatan dari Alun-alun Kidul atau Alun-Alun Selatan. Letaknya tepat di sebelah selatan Keraton Yogyakarta.

Seperti namanya, Alkid berupa alun-alun atau tanah lapang. Di sini kamu bisa berolahraga pagi dan sore dengan berlari kecil mengelilingi alun-alun.

Di Alkid terdapat dua pohon beringin besar. Letaknya tepat di tengah-tengah alun-alun.

Kalau kamu berkunjung ke Alkid pada malam hari, kamu bakal menyaksikan sejumlah orang yang berjalan dengan mata tertutup dari tepi alun-alun.

Mereka berjalan dari sisi utara alun-alun menuju sisi selatan. Tapi, bukan sekadar berjalan. Mereka harus bisa berjalan tepat di tengah-tengah kedua pohon beringin dengan mata tertutup.

Permainan ini disebut dengan masangin atau masuk di antara dua pohon beringin.

Sejumlah orang percaya bahwa jika mereka bisa masuk di antara dua beringin dengan mata tertutup, keinginannya bakal terwujud.

3. Altar

Altar merupakan singkatan dari Alun-alun Utara. Seperti juga Alkid, Altar berupa tanah lapang, tapi letaknya tepat di sisi utara Keraton Yogyakarta.

Berbeda dengan Alkid, saat ini ada pagar besi yang mengelilingi Altar, sehingga pengunjung sedikit kesulitan untuk masuk ke area alun-alun.

Di Altar juga terdapat dua pohon beringin besar. Tapi, tidak ada permainan masangin di tempat itu.

Di sisi barat Altar terdapat Masjid Besar Kauman, yang berdiri sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.

Masjid ini berdiri pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Rabi’ulakhir 1187 H.

4. Jamal

Singkatan jalanan Jogja lainnya adalah Jamal, yang merupakan akronim dari Jalan Magelang. Hampir sama seperti Jakal, Jamal juga membentang dari selatan ke utara, mulai dari perempatan Pingit hingga Kabupaten Magelang.

Jamal menghubungkan Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan kabupaten Magelang di Provinsi Jawa Tengah.

Di sepanjang Jamal juga terdapat banyak tempat jajan, baik kuliner tradisional maupun modern, plus sejumlah resto dan mal.

5. Jokteng

Jokteng merupakan akronim atau singkatan dari pojok beteng. Di Jogja terdapat empat pojok beteng, yang merupakan benteng kawasan Keraton Yogyakakarta.

Keempat Jokteng itu antara lain, Jokteng Wetan atau pojok beteng sebelah timur yang terletak tepat di sebelah utara jalan Parangtritis.

Selanjutnya Jokteng Kulon yang terletak sekitar 1,5 kilometer sebelah barat Jokteng Wetan, atau tepat di sebelah utara Jalan Bantul.

Kemudian Jokteng yang terletak di Jl KH Wachid Hasyim atau di sebelah timur area parkir bus wisata Ngabean, dan Jokteng yang berada di Gondomanan.

6. Sarkem

Nama Sarkem mungkin terdengar tidak asing, bahkan untuk orang-orang dari luar Jogja. Sarkem sendiri merupakan akronim dari Pasar Kembang.

Jalan Pasar Kembang ini terletak tepat di sebelah selatan Stasiun Tugu, atau di sebelah utara kawasan Malioboro.

Saat ini, di sepanjang Sarkem kamu bisa menikmati beragam kuliner tradisional khas Jogja, tepatnya di Selasar Malioboro.

7. Tamsis

Tamsis adalah singkatan dari Jalan Taman Siswa. Jalan Taman Siswa membentang dari utara ke selatan, mulai dari Jalan Sultan Agung hingga pertigaan Tungkak.

Di ruas jalan Tamsis terdapat padepokan tempat Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah bernama Taman Siswa.

8. Paris

Singkatan lainnya adalah Paris, yang merupakan akronim dari Parangtritis, salah satu obyek wisata pantai di Kabupaten Bantul.

Paris terletak sekitar 24 kilometer arah selatan Kota Jogja. Paris cukup populer sebagai obyek wisata meskipun ombak di pantai ini cukup tinggi, mengingat pantai ini merupakan pantai selatan Jawa.

Di Paris, kamu bisa menikmati deburan ombak sambil menumpang bendi atau kereta kuda sewaan.

Di sana juga terdapat gumuk pasir atau perbukitan pasir. Kamu bisa berselancar layaknya berselancar di air.

error: Content is protected !!