Besek Ngejreng Jogja yang Mendarat di Amerika

Bagikan

Jogja cukup populer sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak perajin. Mulai dari perajin perhiasan, seperti perak, gerabah, hingga perajin peralatan rumah tangga dari bahan-bahan alami berupa tanah liat atau serat eceng gondok maupun bambu, termasuk besek.

Lokasi para perajin di Jogja tidak terkumpul di satu titik. Mereka tersebar di banyak titik, hampir  di seluruh wilayah, dari ujung utara di kaki Gunung Merapi, hingga  ke selatan, di kawasan sekitar pantai.

Tak jarang saat menyusuri jalanan di Jogja kita menemukan para perajin yang sedang memroduksi suatu karya, perajin apa saja. Bahkan saat mblusuk sampai di kampung-kampung dan di gang sempit, para perajin itu juga ada. Seperti pada akhir Januari 2021 lalu, tanpa sengaja aku menemukan perajin besek. Besek adalah kotak makanan yang terbuat dari anyaman bambu.

Hari itu aku benar-benar tidak sengaja menemukannya, setelah menyusuri jalanan sepanjang puluhan kilometer, dari kawasan Kaliurang hingga ke sekitar Pantai Samas, Kabupaten Bantul.

Dua perempuan muda sedang menjemur puluhan besek beragam ukuran dan warna ketika aku melintas mengendarai sepeda motor berkecepatan sedang.

Hal yang pertama kali menarik perhatianku adalah warna besek yang berbeda dari biasanya. Itu yang membedakan besek-besek tersebut dengan kamu. Aku tertarik padamu karena penampilanmu yang tidak ngejreng dan sangat natural. Ah, sudahlah. Nanti saja kita bahas tentang kamu. Sekarang cukup menceritakan besek yang berwarna ngejreng.

Kebanyakan besek berwarna putih, sama seperti warna alami batang bambu. Tapi, di tempat itu, Jl Samas Km 23, Kecamatan Sanden, besek-besek yang dijemur berwarna orange, pink, hijau, dan warna ngejreng lainnya.

Aku menghentikan laju sepeda motorku dengan mendadak, hampir sama mendadaknya dengan kamu meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas.

Ekspor ke Amerika

Rupanya besek-besek itu sengaja dibuat penuh warna. Bahkan, bukan hanya pewarnaan, besek-besek itu juga dipasangi hiasan berupa pita dan ornamen lain, sehingga tampilannya tampak mewah dan eksklusif.

Pemasaran besek-besek hias itu bukan hanya di kawasan sekitar Yogyakarta saja, tetapi hampir ke seluruh daerah di Indonesia, bahkan sampai ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Amerika Serikat. Sang pemilik memasarkan tempat makanan itu secara dalam jaringan (daring) atau online.

Proses pewarnaan besek menggunakan pewarna makanan dan melalui tahap perebusan.

Mayoritas pembeli besek hias itu adalah pengusaha katering. Mereka menggunakannya sebagai tempat nasi dan makanan lain. Tapi, ada juga pembeli yang merupakan pedagang kain batik, dan menggunakan besek hias sebagai kemasan batiknya.

Besek yang tersedia di situ sedikitnya ada 11 ukuran, mulai dari ukuran 5 sentimeter hingga 50 sentimeter. Harga jual besek hias itu seberagam ukurannya. Besek termurah adalah besek dengan ukuran terkecil, yakni 5 sentimeter. Harganya Rp45 ribu per 20 pasang.

Sedangkan yang termahal adalah besek ukuran 50 sentimeter, yang harganya sekitar Rp10 ribu per pasang.

Proses Pewarnaan

Proses pewarnaan besek-besek itu menggunakan bubuk pewarna makanan. Bahan pewarna makanan dimasukkan ke dalam air, kemudian direbus hingga mendidih menggunaakan wajan cukup besar. Jika air berbahan pewarna itu sudah mendidih, itu berarti waktunya mencelupkan besek-besek tersebut, satu per satu. Setelah warnanya merata, tiba saatnya untuk mengangkat dan menjemur besek-besek itu di bawah terik matahari.

Durasi proses pewarnaan pewarnaan ratusan besek itu tidak menentu, sangat tergantung pada pesanan pembeli. Jika pembeli memesan besek dalam jumlah banyak tetapi hanya satu warna, prosesnya menjadi lebih cepat.

Hal yang menyebabkan tahap pewarnaan menjadi lebih lama adalah proses pencampuran dan penggantian warna. Untuk warna-warna tertentu memang membutuhkan pencampuran dari beberapa warna, sebab ada warna-warna yang tidak tersedia di penjual bahan pewarna. Dalam sehari perajin itu dapat mewarnai antara 200 hingga 300 pasang besek.

Setelah proses penjemuran pewarnaan selesai, tibalah saatnya menghias besek-besek itu dengan beragam ornamen, agar penampilannya semakin menarik.

 334 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!