Krecek Buatan Bantul Berbahan Kulit dari Toraja

Bagikan

Saat bicara tentang Jogja, nyaris nggak bisa dipisahkan dengan kuliner khasnya yang terbuat dari nangka, ya, itu gudeg. Ciri khas gudeg selain terbuat dari nangka adalah krecek. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih sangat cocok berpadu dengan gudeg yang rasanya cenderung manis.

Krecek sedikit berbeda dengan rambak, meski perbedaannya hanya pada rasa. Biasanya krecek tidak berasa atau tawar, dan rasa gurih dari krecek muncul setelah tercampur dengan bumbu pada gudeg. Sedangkan rambak rasanya asin atau gurih karena dalam pembuatannya sudah menggunakan bumbu.

Awal Januari 2021 lalu aku sempat menyusuri jalanan di Yogyakarta dan nemuin perajin krecek atau rambak. Lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di kawasan Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, atau beberapa belas kilometer ke arah selatan Kota Yogyakarta.

Mungkin kamu sudah tahu bahwa krecek terbuat dari bahan kulit sapi atau kerbau, tapi aku yakin kamu  nggak tahu bahwa mayoritas kulit kerbau bahan krecek yang lokasi produksinya di Bantul itu berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.

Awalnya aku juga tidak tahu bahwa sebagian bahan itu berasal dari Toraja. Sama seperti ketidaktahuanku tentang perasaannya padaku saat ini. Atau sama dengan ketidaktahuannya tentang rasa rindumu yang kamu pendam. Atau mungkin dia pura-pura tidak tahu. Ah, ngomongin apa sih? Oke kita balik ke krecek saja, seperti keinginanku balikan sama dia. Sudahlah, jangan baper. Bersikaplah seperti ayam petarung.

Krecek-krecek yang buatan usaha krecek milik Bu Ipik yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an itu, sebagian besar menggunakan kulit kerbau sebagai bahan baku, meskipun sebagian berbahan kulit sapi.

Kulit kerbau menjadi pilihan utama karena ketebalannya. Semakin tebal kulit bahan baku krecek, semakin bagus pula kualitasnya. Pengklasifikasian krecek terdiri dari tiga jenis, yakni kualitas nomor satu, hingga tiga.

Kulit kerbau biasanya masuk dalam kualitas nomor satu dan dua, sedangkan kulit sapi masuk di kualitas nomor tiga.

Proses Pembuatan

Waktu pemesanan kulit bahan baku krecek dari Toraja tidak menentu, tergantung pada stok atau persediaan bahan yang ada. Pemesanan kulit itu hanya saat stok bahan mulai menipis.

Proses pengolahan kulit kerbau menjadi krecek melalui beberapa tahapan yang tidak mudah. Tahap pertama adalah mencuci kulit bahan baku hingga bersih.

Proses pemotongan kulit kerbau bahan krecek setelah perendaman dan perebusan. Proses pemotongan menggunakan pisau yang sudah dimodifikasi.

Setelah proses pencucian, kulit kerbau memasuki proses perendaman selama satu malam. Selanjutnya proses perebusan kulit di dalam tong besar hingga kulit mengembang dan lembek. Setelah lembek, proses selanjutnya adalah menghilangkan bulu-bulu yang masih menempel pada kulit kerbau itu. Lalu proses lanjutan adalan memotong kulit berbentuk persegi panjang kecil.

Pisau pemotong kulit bentuknya berbeda dengan pisau kebanyakan. Pisau itu dimodifikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses pemotongan.cukup unik.

Sesudah proses pemotongan atau pengirisan, selanjutnya adalah penjemuran, yang bisa memakan waktu hingga sepekan.

Kulit-kulit yang sudah kering selanjutnya sudah bisa memasuki tahap penggorengan setengah matang dan pengemasan untuk dijual kepada pelanggan.

Selisih harga krecek kualitas nomor satu dengan kualitas nomor dua tidak terlalu jauh. Krecek kualitas nomor satu harganya di kisaran Rp140 ribu per kilogram, sementara nomor satu dua Rp130 ribu per kilogram. Sedangkan kualitas nomor tiga harganya Rp85 ribu per kilogram.

Pangsa pasar krecek berbeda antara kualitas nomor satu dan dua dengan kualitas nomor tiga. Biasanya pembeli krecek nomor satu dan dua adalah para pengusaha katering, sementara nomor tiga para pedagang kecil.

Oh iya, kamu juga boleh memesan atau membeli krecek untuk oleh-oleh buat mantanmu lho. Kali aja setelah ngerasain gurihnya, dia jadi keinget gurihnya candamu dulu.

 180 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!