20 Mei 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Lima makam lawas di sekitar Gua Payaman yang salah satunya merupakan makam Raden Jaka Panekti. Foto: Jalanan Jogja

Lima makam lawas di sekitar Gua Payaman yang salah satunya merupakan makam Raden Jaka Panekti. Foto: Jalanan Jogja

Makam Lawas Gua Payaman, Kuburan Kuno di Perbukitan Barat Jogja

JALANAN JOGJA – Makam lawas Gua Payaman. Mungkin belum banyak orang yang pernah mendengar nama Gua Payaman, terlebih mengetahui adanya makam lawas di situ.

Gua Payaman terletak di Dusun Pereng Kulon, Pedukuhan Kepuh, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

Kalau kamu berniat mblusuk ke sana, kamu bisa mengikuti peta ini. Sebaiknya kamu menggunakan kendaraan pribadi untuk ke sana. Sebab lokasinya cukup jauh dari keramaian.

Jalan setapak menuju Gua Payaman. Foto: Jalanan Jogja

Di sekitar gua tersebut terdapat sejumlah makam lawas, yang di antaranya merupakan makam Raden Jaka Panekti, yang disebut-sebut sebagai keturunan kerajaan Pajajaran.

Sepertinya menyusuri jalanan Jogja kali ini kita nggak lagi menuju tempat dolan atau jajan yang ramai. Kali ini kita mblusuk ke kompleks makam lawas.

Gua Payaman dan makam di sekitarnya terletak sekitar 35 kilometer di sebelah barat Kota Jogja, atau membutuhkan waktu tempuh antara 35 hingga 50 menit.

Jalan menuju gua dan makam itu hanya berupa jalan setapak yang cukup licin saat hujan turun. Terlebih tanah di situ juga berupa tanah liat.

Gua dan makam yang terletak di kawasan dataran tinggi ini tidak terlihat dari jalan raya. Kamu kudu memarkir kendaraanmu dan berjalan kaki menuju area gua.

Suasana di sekitar gua tersebut cukup sejuk, bahkan pada siang hari.

Saat Jalanan Jogja mblusuk ke tempat ini, tidak banyak warga atau orang yang dapat memberi penjelasan tentang makam maupun gua tersebut.

Baca juga: Suara Musik di Makam Tabib The Tjin Pok

Tapi, tenang saja. Masih ada mbah google yang bisa menjelaskan tentang makam dan gua ini.

Gua Payaman. Foto: Jalanan Jogja

Dari penelusuran di mesin pencari, setidaknya ada dua artikel dari website resmi Pemerintah Kabupaten Bantul yang bisa menjelaskan tentang keberadaan makam maupun gua.

Makam Raden Jaka Panekti di Gua Payaman

Dikutip dari laman pariwisata.bantulkab.go.id, makam Raden Jaka Panekti merupakan salah satu makam yang ada di tempat itu, ditandai dengan nisan relatif panjang dan besar.

Selain makam Raden Jaka Panekti, terdapat pula lima makam lain yang berjejer di samping makam utama.

Raden Jaka Panekti yang merupakan salah satu keturunan Kerajaan Pajajaran menjabat sebagai lurah (pimpinan prajurit) pada saat itu.

Sementara gua tersebut dinamakan Payaman karena sering digunakan untuk bersembunyi ayam alas.

Ada pula yang mengartikannya sebagai tempat semayam (semadi) Raden Jaka Panekti. Menurut penduduk setempat, gua ini merupakan gua alami yang sudah ada sejak zaman dulu

Sementara, dari laman argorejo.bantulkab.go.id, menyebutkan bahwa Bukit Selo, tempat gua ini berada, dulunya adalah bukit bebatuan, bukit terjal, bukit batu kapur.

Gua Payaman sendiri terdiri dua gua, yakni Gua Lanang dan Gua Wadon, atau gua pria dan gua wanita.

Dulu, Payaman merupakan tempat persembunyian prajurit Majapahit saat perang Kerta Bumi dengan Rana Wijaya, serta Demak dengan Majapahit.

Sementara, dari unggahan akun Instagram Indonesia Graveyard, menuliskan, ada yang menyebut bahwa Raden Jaka Panketi adalah Raden Jaka Tawangsari atau Raden Jaka Lawangsari yang merupakan anak dari Prabu Brawijaya V.

Makam Raden Jaka Panekti terdapat di makam yang paling barat dari makam-makam yang berjejer dari timur ke barat ini.

Semua makam terbuat dari susunan batu andesit berbentuk segi empat. Sementara makam-makam lainnya belum diketahui identitasnya.

Indonesia Graveyard merupakan komunitas yang sering mblusuk ke makam-makam lawas, baik di Jogja maupun di daerah lain.

Aggota komunitas Indonesia Graveyard saat mengunjungi makam lawas di Gua Payaman. Foto: Jalanan Jogja

Komunitas ini menyukai kuburan kuno bukan untuk mencari atau mempelajari hal gaib alias mistis. Mereka belajar sejarah dengan mencocokkan antara yang ada di buku atau internet, dengan kondisi di lapangan.

Selain makam dan Gua Payaman ini, masih banyak makam lawas atau kuno lainnya di Jogja, yang mungkin ke depannya bakal kita susuri satu per satu.

error: Content is protected !!