18 Mei 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Makam lawas Macan Mataram, Ki Juru Kiting di Gambiran, Kota Yogyakarta.

Makam lawas Macan Mataram, Ki Juru Kiting di Gambiran, Kota Yogyakarta.

Makam Lawas Macan Mataram Ki Juru Kiting, Panglima Perang Tangguh

JALANAN JOGJA – Makam lawas Macan Mataram, julukan untuk seorang panglima perang senior Kerajaan Mataram era pemerintahan Sultan Agung, menjadi lokasi mblusuk selanjutnya.

Lokasi makam Kyai Ki Juru Kiting, nama asli panglima perang berjuluk Macan Mataram tersebut terletak di kawasan Gambiran, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Makam itu terletak di sisi paling belakang kompleks pemakaman, berjejer dengan sejumlah makam di eranya, tepat di bawah pohon Nogosari tua.

Saat mblusuk menyusuri jalanan Jogja hari itu, Jumat, 18 Februari 2022, suasana di kompleks pemakaman tersebut tampak sunyi.

Hanya ada beberapa anggota komunitas Indonesia Graveyard yang sedang blusukan dan syuting video bersama beberapa mahasiswa untuk produksi film sebagai syarat melengkapi tugas akhir.

Pendiri komunitas Indonesia Graveyard sedang membaca sejarah tentang Ki Juru Kiting, di depan makam Macan Mataram tersebut. Foto: Jalanan Jogja

Kompleks makam itu terletak beberapa kilometer di sebelah timur pusat Kota Jogja, tidak jauh dari kawasan Kotagede.

Merangkum penjelasan dari berbagai sumber, Kyai Ki Juru Kiting merupakan anak dari Ki Juru Martani, salah satu pendiri Kerajaan Mataram.

Saat menjadi panglima perang, usia Ki Juru Kiting tidak lagi muda, bahkan cenderung senja.

Meski demikian, Sultan Agung mempercayai Ki Juru Kiting untuk memimpin pasukan saat menyerang Madura pada tahun 1624.

Walaupun secara fisik sudah tua, kemampuan Ki Juru Kiting dalam menghadapi musuh sangat bisa diandalkan.

Saat menyerang Madura, Ki Juru Kiting tidak kenal ampun. Sultan Agung mengirimnya untuk memimpin ribuan pasukan Mataram.

Makam lawas di Kompleks Pemakaman Gambiran, Kota Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Mereka kemudian bergabung dengan pasukan Mataram yang tersisa dan berada di tengah lautan untuk menaklukkan Madura.

Saat mendarat di pantai Madura Barat, Ki Juru Kiting bersama pasukannya berniat membalas kematian rekan-rekannya yang gugur pada tahun 1923.

Mereka tidak langsung melancarkan serangan. Ki Juru Kiting menyebarkan mata-mata untuk mengetahui kondisi lawan.

Rupanya, pasukan Madura yang awalnya bersatu, ternyata menjaga daerahnya masing-masing. Hal itu memudahkan Ki Juru Kiting untuk menghadapi mereka.

Kondisi Makam Lawas Macan Mataram

Selain makam Ki Juru Kiting, di kompleks pemakaman Gambiran, Umbulharjo, Jogja, juga terdapat makam lain yang seangkatan dengan sang Macan Mataram.

Makam-makam tersebut di antaranya adalah dua menantu dari Kyai Ageng Pemanahan, yakni Raden Dadap Tulis dan Tumenggung Mayang.

Makam lawas di Kompleks Pemakaman Gambiran, Kota Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Baca Juga: Makam Lawas Gua Payaman, Kuburan Kuno di Perbukitan Barat Jogja

Kondisi makam lawas Macan Mataram dan makam-makam para tokoh lain tampak cukup terawat. Bahkan pada beberapa makam terdapat semacam tempat pedupaan, yang menandakan bahwa ada orang yang berziarah.

Bukan hanya makam-makam sepuh atau berusia ratusan tahun. Di kompleks makam ini juga terdapat sejumlah makam orang Kalang.

Buat kamu yang suka mempelajari atau penasaran dengan beragam bentuk nisan, mulai dari nisan makam kuno dengan ukiran minim, hingga nisan baru, di sini kamu bisa puas belajar.

Beberapa nisan yang ada di lokasi ini tampak unik. Ada makam dengan ukiran kalimat berbahasa Arab, dan banyak nisan dengan ukiran aksara Jawa.

Makam lain yang cukup unik adalah makam yang motif ukirannya seperti berongga pada bagian tengah.

Makam lawas di Kompleks Pemakaman Gambiran, Kota Yogyakarta. Foto: Jalanan Jogja

Sayangnya, beberapa tembok yang ada di area makam sudah rusak termakan usia, ada yang bolong hingga menampakkan batu bata penyusunnya.

Selain kompleks makam ini, di sekitar Kotagede pun terdapat sejulah makam kuno lain yang bisa kamu datangi untuk blusukan.

Di sana ada Makam Raja-raja Mataram Kotagede, makam Nyai Melati, dan sejumlah makam lawas lainnya.

 2,253 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!