Mengintip 2 Bangunan Lawas di Kawasan Kaliurang

Bagikan

Jogja bukan melulu tentang kawasan Malioboro. Saat menyusuri jalanan Jogja, banyak hal yang bisa kita temukan, mulai dari tempat dolan atau wisata, tempat jajan atau kuliner, dan tentunya tempat-tempat mblusuk dengan cerita-cerita berbau mistis atau angker seperti makam kuno maupun bangunan lawas.

Ada sejumlah bangunan dengan cerita mistis yang beredar di sebagian warga Jogja. Dua di antaranya berada di sekitar kawasan wisata Kaliurang, tidak jauh dari kaki Gunung Merapi. Kedua bangunan tua itu bahkan sempat viral di media sosial.

Bangunan pertama dikenal dengan nama Pesanggrahan Sarjanawiyata Kaliurang. Sementara bangunan yang satu adalah Wisma Djembranasari. Letak kedua bangunan ini tidak terlalu jauh.

Bangunan lawas Pesanggrahan Sarjanawiyata di Kaliurang, Yogyakarta.

Sebetulnya aku secara tidak sengaja menemukan keduaa bangunan itu waktu menyusuri jalanan Jogja pada pertengahan Januari 2021 lalu. Awalnya hanya ingin mencari lokasi yang bagus untuk melihat Gunung Merapi.

Tapi saat itu cuaca mendung. Puncak Gunung Merapi tak terlihat karena tertutup mendung. Tiba-tiba aku ingat cerita tentang dua rumah itu dan mencarinya sekadar untuk melihat.

Di Pesanggrahan Sarjanawiyata, bangunan lawas itu sama sekali tidak ada kesan ngeri atau angker . Bangunan itu memang terlihat tua.  Sebagian gentengnya sudah terlepas dan lumut tumbuh di beberapa tempat di tembok rumah.

Tapi, kesan horor tak terasa di situ. Bahkan tempat itu cukup sejuk, jauh lebih sejuk daripada kalimat-kalimat yang kau ucapkan saat meninggalkanku.

Ada sejumlah pohon besar di sekitar halaman rumah, namun itu pun tak mengesankan sebagai rumah angker. Sangat wajar ada pepohonan besar di halaman rumah yang terletak di dataran tinggi.Rumput-rumput hijau yang tumbuh subur di depan rumah pun tak mengesankan sebagai tempat yang tak terawat.

Tapi aku tidak masuk ke dalam rumah tersebut. Sebab menurutku tidak etis jika aku masuk ke dalam rumah seseorang tanpa meminta izin walaupun hanya pada penjaganya. Meski jika melihat sekilas, rumah itu memang tampak tak berpenghuni.

Bangunan itu juga terkesan unik dan instagramabel untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Bangunan Lawas Lokasi Gantung Diri

Setelah beberapa belas menit melihat-lihat bangunan tua itu dan merasa waktunya untuk kembali turun, aku menuju ke bangunan lawas lainnya, yakni Wisma Djembranasari.

Berbeda dengan suasana di bangunan tua pertama, di wisma itu kesan seram sudah terlihat bahkan dari jalanan di depan wisma. Kesan tak terawat tampak jelas di situ. Di halaman bangunan itu juga tumbuh subur rumput hijau. Bedanya dengan bangunan pertama, di situ rumput yang tumbuh berukuran tinggi dan tak beraturan.

Mungkin saja suasana di tempat itu tampak seram akibat karena langit tampak gelap oleh mendung. Tapi, kesan seram itu semakin muncul saat memperhatikan bagian-bagian bangunan dari luar pagar.

Wisma Djembranasari, bangunan lawas lain yang ada di kawasan Kaliurang, Yogyakarta. Bangunan lawas ini terkesan angker atau seram.

Aku memilih untuk melihat bangunan lawas yang terkesan angker itu dari luar pagar. Sebab, aku ingat cerita seorang teman lama. Dulu, beberapa belas tahun lalu, dia dan sejumlah mahasiswa yang berasal dari kampung halamannya di Sulawesi pernah mengadakan kegiatan di wisma itu.

Kala itu, satu dari mereka kesurupan. Gadis yang kesurupan tersebut belum lama tinggal di Jogja dan sama sekali belum bisa berbahasa Jawa. Tapi, hari itu dia berbicara dalam bahasa Jawa dengan sangat lancar. Gadis itu berhasil diobati setelah rekan-rekannya memanggil “orang pintar”.

Kisah seram lain adalah wisma tersebut pernah digunakan sebagai lokasi gantung diri pada Maret 2019 silam. Seorang mahasiswa ditemukan tergantung dengan tubuh dipenuhi belatung di situ.

 382 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!