Suara Musik di Makam Tabib The Tjin Pok

Bagikan

Mengunjungi kompleks makam, terutama makam-makam kuno masih menjadi hal menarik. Menyusuri jalanan Jogja kali ini mblusuk ke selatan, tepatnya di makam seorang tabib terkenal di zamannya, The Tjin Pok, yang juga terkenal dengan nama Bah Dhe Pok, di kawasan Padokan Kidul, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Hari itu, Minggu, 30 Mei 2021. Alunan musik dangdut dan suara biduan yang bernyanyi menyambut siapa pun yang akan memasuki area makam The Tjin Pok. Sejumlah pria dan wanita berjoget mengikuti irama musik, seolah tak gerah dengan cuaca siang itu.

Makam tabib The Tjin Pok terletak di atas bukit kecil. Hanya beberapa belas meter dari lokasi bernyanyi dan berjoget. Peziarah yang datang harus menapaki sejumlah anak tangga untuk masuk ke area makam. Jujur, aku teringat saat mencoba menapaki hidup bersamamu, meski harus usai sebelum rencana-rencana kita tercapai.

Suasana di makam The Tjin Pok.

Tidak banyak literatur tentang The Tjin Pok semasa hidupnya. Bahkan artikel yang ada di mesin pencari pun hanya menjelaskan tentang The Tjin Pok secara singkat.

Tapi, beberapa sumber menjelaskan bahwa The Tjin Pok merupakan seorang tabib andal di masanya, era tahun 1940 hingga 1950an. Dia kerap mengobati orang sakit, tanpa meminta upah sepeser pun. Pasiennya bukan hanya berasal dari sekitar Yogyakarta saja, tetapi juga dari daerah lain, seperti Purworejo, Kebumen, Magelang, hingga Boyolali. Aku jadi kepikiran, mampukah dia mengobati sakit hatiku karenamu?

The Tjin Pok bukan hanya terkenal sebagai tabib. Dia juga seorang ahli gula. The Tjin Pok mampu mengolah gula menjadi lebih putih dan aroma yang keluar menjadi tidak terlalu menyengat. The Tjin Pok berjasa dalam menangani pabrik gula terkenal di Jogja.

Untuk mengenang jasa tabib The Tjin Pok, setiap tahun sebelum musim giling atau menjelang mulai produksi, para petinggi pabrik gula itu akan datang berziarah ke makam The Tjin Pok untuk mendoakan sekaligus meminta restu agar produksi gula berjalan lancar.

Dua peziarah mendoakan dan menyalakan dupa di makam The Tjin Pok.

Makam Majapahit di Dekat The Tjin Pok

Cerita lain tentang tabib The Tjin Pok adalah tentang kemampuannya membuka daerah setempat yang dulunya merupakan hutan belantara angker.

Dari secarik kertas yang menggambarkan silsilah The Tjin Pok, tertulis bahwa dia merupakan keturunan Panembahan Hadi Prabu Hanyokrowati, yang merupakan anak dari Panembahan Senopati dan ayahanda dari Sultan Agung. The Tjin Pok meninggal pada 8 Februari 1956. Sementara bong pay atau makamnya sudah siap sejak tahun 1931.

Di sekitar area makam tabib The Tjin Pok juga terdapat sejumlah makam lain, mulai dari makam Eropa, makam Tionghoa, hingga makam Jawa. Jika melihat dari bentuk nisannya, makam di tempat itu sebagian besar adalah makam Jawa dan makam Tiongkok.

Beberapa makam terletak di dalam pagar yang tergembok. Selain itu, ada juga satu bong pay atau makam Tionghoa yang tampak tak terawat. Untuk menuju bong pay itu kita harus melewati jalan setapak yang di kanan kirinya tumbuh semak belukar.

Seorang peziarah menyalakan dupa dan meletakkannya di makam tabib The Tjin Pok.

Kondisi bong pay tersebut tertutup oleh semak belukar dan tumbuhan merambat. Sehingga nyaris tak terlihat ada bong pay di sana jika saja tidak ada penanda atau dewa bumi di dekatnya.

Di sekitar makam tabib Tjin Pok terdapat cungkup atau bangunan semacam rumah berisi makam. Ada tiga makam di dalamnya, yang dikenal sebagai dengan makam Majapahit. Tapi, tidak ada penjelasan kenapa makam itu disebut dengan makam Majapahit.

Hal menarik lain di tempat itu berupa keberadaan tiga patung Nandi atau Andini, yakni sapi tunggangan Syiwa. Sama seperti makam Majapahit, tidak diketahui secara pasti asal usul patung Nandi tersebut.

Mungkin ke depannya kita masih akan menyusuri jalanan Jogja dengan mblusuk ke kompleks-kompleks makam, supaya aku bisa memendam dalam-dalam perasaanku padamu, sekaligus mengubur kisah kita.

 444 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!