20 September 2022

Jalanan Jogja

Menyusuri Jalanan Jogja

Sejumlah toples berisi tembakau di atas etalase toko tembakau legendaris di kawasan Tugu Pa Putih atau Tugu Yogyakarta.

Toko Tembakau Legendaris Berusia Seabad di Jogja

JALANANJOGJA.COM – Toko tembakau legendaris, toko tembakau berusia seabad di Jogja menjadi titik awal kita menyusuri jalanan di Yogyakarta, letaknya di kawasan Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja.

Tugu ini merupakan salah satu ikon Kota Yogyakarta. Letaknya hanya sekitar satu kilometer ke arah utara dari kawasan Malioboro. Tidak jauh dari situ ada toko tembakau legendaris.

Jangan khawatir, meskipun letaknya di tengah kota, di sekitar tugu kamu bisa menemukan sesuatu yang mungkin sulit menemukannya di tempat lain.

Tepat di sebelah barat laut tugu, hanya beberapa meter dari lampu pengatur lalu lintas, ada toko tembakau legendaris, namanya Toko Wiwoho.

Letaknya yang tepat di tikungan jalan membuat kamu sangat mudah mengenali toko ini. Terlebih sejumlah toples berisi tembakau berjejer rapi di atas etalase toko, terlihat jelas dari luar.

Suara deru knalpot kendaraan yang tak jarang memekakkan telinga sesekali terdengar saat berbelanja tembakau di tempat itu. Tapi, biarkan saja mereka melintas. Lebih baik fokus memilih beragam jenis tembakau di situ.

Baca juga: Teras Malioboro, Sudut Jogja yang Mungkin Belum Pernah Kamu Kunjungi

Oh iya, toko ini dianggap sebagai toko tembakau legend karena sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka.

Kata seorang pegawainya, toko ini berdiri sejak tahun 1918. Keren kan? Umurnya sudah 100 tahun lebih. Jauh lebih tua dari usia kakekku, Cuy.

Pegawai di toko itu sudah sangat hafal dengan jenis tembakau yang jumlahnya ratusan. Mereka dengan lincah dan sigap melayani keinginan para pembeli. Hampir seluruh tembakau yang ada di situ merupakan tembakau lokal.

“Di sini ada sekitar seratusan jenis tembakau, itu termasuk tembakau kemasan. Paling mahal itu kita cuma jenis Kedu dan Boyolali, per onsnya Rp 40 ribu. Ini kebanyakan tembakau lokal, dari Wonosari, Siluk,” kata seorang karyawan.

Dulu, toko ini cukup terkenal dengan nama Toko Bah Petruk Pojok Tugu. Itu dulu, saat toko ini awal berdiri. Kala itu tembakau  yang jadi favorit adalah tembakau susur.

Mungkin kamu nggak tahu yang dimaksud dengan ”susur”.

Cara mengonsumsi tembakau susur bukan dengan cara melinting dan kemudian membakarnya , tetapi dengan cara mengunyah dan mengulum di mulut. 

Biasanya penikmat tembakau susur mengombinasikan tembakau dengan sirih atau pinang. Kebayang nggak? Pasti seru itu.

Seiring waktu berjalan, penikmat tembakau susur mulai berkurang, namun toko itu tetap menyediakan tembakau susur untuk para pelanggannya.

Pembeli di Toko Tembakau Legendaris

Dari ratusan jenis tembakau di Toko Wiwoho, jenis yang paling banyak dicari dan diminati oleh pelanggan adalah tembakau yang menggunakan saus atau diberi rasa seperti rokok bermerk. Meski demikian, tembakau jenis lain, yakni yang original juga banyak yang mencari.

Seorang pembeli memilih alat melinting tembakau di toko tembakau legendaris, Wiwoho.

Perbedaan antara tembakau bersaus dan tembakau original terletak pada bahan saat melinting. Pada tembakau bersaus, pengguna tinggal melinting dan membakar tanpa perlu memberi tambahan bahan lain. Sedangkan pada tembakau original harus menambahkan cengkeh atau kemenyan sebelum dilinting dan dibakar.

Tapi, kalau kamu mau mencoba melinting tembakau original tanpa tambahan cengkeh, boleh saja. Semoga kamu nggak terbatuk-batuk saat mengisapnya.

Selain menyediakan beragam jenis tembakau dan rokok, toko ini juga menyiapkan beragam cerutu serta peralatan melinting rokok.

Peralatan itu berupa kertas rokok, alat melinting tembakau, pipa rokok berbahan kayu maupun tanduk, serta beragam pernak-pernik perokok lainnya.

Sebagai salah satu legenda, para wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta sudah cukup mengenalnya.

Nggak jarang mereka sengaja singgah ke toko itu untuk sekadar membeli tembakau sebagai oleh-oleh buat rekan atau kerabatnya di kampung.

Tapi, nggak sedikit juga yang sengaja membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Terlebih saat ini tembakau menjadi tren tersendiri di kalangan anak muda, iya nggak?

Bukan hanya wisatawan yang sengaja datang untuk membeli tembakau dan menjualnya kembali. Beberapa pedagang tembakau di Yogyakarta pun membeli tembakau dari sini.

Mungkin lain waktu kita menyusuri jalanan lain di Jogja dan membahas tentang para pedagang tembakau lainnya.

Menyusuri jalanan di Yogyakarta bukan hanya mengenang masa lalu untuk mereka yang pernah tinggal di sini, tetapi juga menapaki masa depan.

 1,532 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

error: Content is protected !!